Kamis, 13 Juni 2013

S J A

oleh : Ukma Elsa Dias
Ini tentang sahabatku. Kita sebut aja dia SJA.
Pertama kenal aku lansung mengerti “SJA” ini baik budi dan tidak sombong, jagoan lagi pula pintar. Sedikit pemalu terutama soal perempuan, selalo kagok katanya. Pandangan – pandangannya tentang perempuan humanis sekali, dia takut jika disalah artikan oleh perempuan. Karenanya dia cenderung jadi pecinta rahasia dari perempuan – perempuan hebat yang dia ceritakan padaku. Ketika dia sedikit berani mengutarakan isi hatinya pada salah satu perempuan hebat itu, dia lansung kena batunya. Perempuan itu ternyata sudah punya AA’. Dia bukan main merananya. Aku merelakan diri jadi curhatnya, sampai semalaman. Untungnya curhat sambil nonton DVD bajakan yang sebelumnya dia beli 7 buah. Jadi sambil ngomentari dikit – dikit aku lumayan terhibur dengan desahan Monica Belluci. Untuk desahan emang dibanding SJA, desahan monica lebih enak di telinga. Begitulah SJA, sang pecinta kegelapan. Dia bersedia menunggu di bawah jendela, memandang bintang dan bulan sembari berharap si perempuan hebat ini menyapa dan menyambut cintanya. Tapi buat ku sifat SJA ini menunjukkan sisi kemanusiaannya yang hebat. Dia pecinta sejati dengan keterbatasan pengungkapan. Dia sederhana mencintai seperti cinta abu kepada angin yang menerbangkannya, seperti kayu kepada api yang membakarnya.
Mengenai kecerdasan, SJA tiada duanya. Dia menulis berbagai tema artikel dengan nama orang lain. Beberapa buku dengan ratusan halaman di selesaikan dalam hitungan minggu. Energinya luar biasa untuk memburu ilmu di internet, buku, Koran hingga majalah. Demi pengetahuan semua situs sudah dia jelajahi, mulai dari jurnal ilmiah hingga situs XXX. Gaya bicaranya datar namun tidak menghilangkan bobotnya. Dia bukan tipe “beo” yang mengulang –ulang isi buku seperti salah satu politisi muda hebat yang lagi naik daun. Semua informasi masuk dalam pengetauan sejatinya, melalui mulutnya semua teori, konsep dan analisa menjadi khas SJA.
Ada yang aku tunggu dari SJA disamping transferannya. SJA adalah sosok di kegelapan, maksudnya bukan karena kulitnya sedikit gelap namun karena dia selalu menjadi manusia hebat di belakang layar. Dia betul – betul intelektual tukang yang baik budi dan tidak sombong di belakang tokoh – tokoh yang terkadang baik budi juga namun sombong. Aku menunggu dia muncul sebagai tokoh hebat. Sudah saatnya SJA harus membuka layar dan menyapa manis dunia dengan wajah close up. Kalau dia sudah memutuskan muncul, maka SJA tidak perlu lagi terkagum – kagum lagi dengan acting Jean Reno, karena di alam politik dia adalah Jean Reno itu sendiri.

1 komentar:

  1. wah-wah....
    jadi penasaran dengan SJA si sosok kegelapan ini kanda..... la berharap cerita tentang sosok kegelapan ini kanda lanjutkan, karena sepertinya menarik!!! :)

    BalasHapus